Jumat, 23 Juli 2010

Abu Terbang

Sudah sebulan lebih dengan keluarga di Probolinggo. Tapi masih belum menemukan sesuatu yang berarti. Bangun dan makan menjadi kegiatan sehari-hari. Dan tentunya cuma untuk sholat. Terus terulang seperti itu.
Sampai akhirnya suatu hari, dimana saya tidak bisa tidur. Saya menemukan ide untuk memposting sekaligus promosi usaha bapak. Hitung-hitung supaya penghasilannya nambah dan saya juga dapat komisi. Hehe..

Abu Terbang. Mungkin ditelinga sebagian orang akan yang belum tahu tentunya sangat asing. Akan tetapi, siapa sangka bapak saya memanfaatkan hasil limbah PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Paiton ini menjadi sebuah penghasilan yang membuat keluarga saya menjadi sedikit mampu. Abu terbang menumpuk begitu saja di tempat pembuangan limbah di PLTU tersebut. Hal ini tentunya menimbulkan pencemaran lingkungan. Fisik abu terbang ini mirip dengan semen. Akan tetapi tidak sehalus semen. Dari sinilah bapak memanfaatkan limbah abu terbang ini dengan cara mengambilnya dari PLTU Paiton dengan truk dan menempatkannya di gudang milik sendiri di kawasan Pantai Bentar. Tentunya bapak juga melakukan usaha ini tidak main-main. Buktinya, dengan pengawasan langsung Dinas Kementrian Lingkungan Hidup dan juga mendapatkan ijinnya dari pemerintah. Karena kemungkinan besar, abu terbang masih dalam daftar B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya). Oleh karena itu tidak bisa main-main. Kemudian, menyuplai ke pembeli yang membutuhkannya untuk campuran semen atau beton (kalau pabrik semen saya belum tahu).

Sekian dulu postingan saya. Newbie soalnya... Hehe..



np: Gambar segera menyusul

1 komentar:

  1. tulisan km msh krng.
    ada beberapa kalimat yang kata2nya kurang pas.
    sekedar kritikan aja c.
    smoga bs berguna.

    BalasHapus

Powered By Blogger