Sampai akhirnya suatu hari, dimana saya tidak bisa tidur. Saya menemukan ide untuk memposting sekaligus promosi usaha bapak. Hitung-hitung supaya penghasilannya nambah dan saya juga dapat komisi. Hehe..
Abu Terbang. Mungkin ditelinga sebagian orang akan yang belum tahu tentunya sangat asing. Akan tetapi, siapa sangka bapak saya memanfaatkan hasil limbah PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Paiton ini menjadi sebuah penghasilan yang membuat keluarga saya menjadi sedikit mampu. Abu terbang menumpuk begitu saja di tempat pembuangan limbah di PLTU tersebut. Hal ini tentunya menimbulkan pencemaran lingkungan. Fisik abu terbang ini mirip dengan semen. Akan tetapi tidak sehalus semen. Dari sinilah bapak memanfaatkan limbah abu terbang ini dengan cara mengambilnya dari PLTU Paiton dengan truk dan menempatkannya di gudang milik sendiri di kawasan Pantai Bentar. Tentunya bapak juga melakukan usaha ini tidak main-main. Buktinya, dengan pengawasan langsung Dinas Kementrian Lingkungan Hidup dan juga mendapatkan ijinnya dari pemerintah. Karena kemungkinan besar, abu terbang masih dalam daftar B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya). Oleh karena itu tidak bisa main-main. Kemudian, menyuplai ke pembeli yang membutuhkannya untuk campuran semen atau beton (kalau pabrik semen saya belum tahu).
Sekian dulu postingan saya. Newbie soalnya... Hehe..
np: Gambar segera menyusul

tulisan km msh krng.
BalasHapusada beberapa kalimat yang kata2nya kurang pas.
sekedar kritikan aja c.
smoga bs berguna.